BUTUR  

Bupati Butur Ridwan Zakariah Beberkan Penyebab Lonjakan Sejumlah Harga Sembako

Bupati Buton Utara, Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah M. Si saat mempimpin rakor di Sekertariat Daerah.

BURANGA,Matabuton.com -Bupati Kabupaten Buton Utara (Butur), Muh Ridwan Zakariah membeberkan penyebab beberapa hal yang mempengaruhi penyebab perubahan harga sembako di daerah yang ia nahkodai itu.

Kata dia, produsen beras lokal di Butur belum mencukupi kebutuhan masyarakat dan masih ditunjang oleh beras yang didatangkan dari luar daerah.

“Perubahan harga juga dipengaruhi oleh Infrastruktur. Diketahui jalur distribusi pasokan komoditas yang disuplai dari luar Butur mengalami keterlambatan,” kata Ridwan Zakariah saat memimpin Rapat Koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sultra dan Pemkab Butur, di Aula Kantor Sekretariat Daerah, Jumat (31/03/2023).

Bupati dua periode itu, sangat berterimakasih dan menyambut baik respon Pemprov Sultra telah menunjuk TPID Provinsi untuk hadir di Butur, dalam hal mengantisipasi perkembangan harga yang sedang mangalami kenaikan.

“Semoga ada solusi yang dapat menyelesaikan persoalan kenaikan harga komoditas ini,” harapnya.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan selaku Wakil ketua TPID Provinsi Sultra, Yuni Nurmalawati mengatakan, kehadiran TPID Provinsi Sultra di Buton Utara dalam rangka menyikapi perkembangan harga yang berdampak pada inflasi.

Menurutnya, kondisi inflasi daerah khususnya di Kabupaten Buton Utara beberapa hari yang lalu menunjukan grafik lonjakan cukup signifikan.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini Pemprov Sultra dan Pemkab Butur bersama TPID Sultra dan Kabupaten Butur menempuh langkah teknis dalam menanggapi persoalan tersebut melalui kegiatan pasar murah,” tuturnya.

Dia juga berharap, TPID Kabupaten menginteskan rapat evaluasi perkembangan harga dan membangun komunikasi intensif bersama TPID Provinsi.

Sedangkan untuk pasar murah, pihaknya bersama TPID Kabupaten telah menghadirkan sejumlah komoditi stok bahan pokok, diantaranya yakni, beras Bulog 15 ton, telur 600 rak, minyak bimoli, bawang merah 600 kg, bawang putih 600 kg, dan gula pasir 3,5 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *