BURANGA, Matabuton.com – Genap seratus hari memimpin Kabupaten Buton Utara, Bupati Afirudin Mathara bersama Wakil Bupati Rahman menunjukkan capaian signifikan di berbagai sektor strategis. Program 100 Hari Kerja yang mereka canangkan sebagai langkah awal harmonisasi kebijakan pusat, provinsi, dan daerah telah membuahkan hasil nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Dalam ekspos capaian 100 Hari Kerja yang digelar di Aula Bappeda Buton Utara, Rabu (24/7/2025), Afirudin memaparkan bahwa percepatan pembangunan dilakukan secara terukur di lima sektor prioritas: pemerintahan, ekonomi, infrastruktur, kesehatan, dan lingkungan hidup.
Efektivitas Birokrasi dan Kepastian Layanan Desa
Di sektor pemerintahan, langkah cepat dilakukan dengan penataan birokrasi yang berfokus pada efektivitas dan akuntabilitas pelayanan publik. Salah satu gebrakan penting adalah pelantikan Penjabat Kepala Desa untuk mengisi kekosongan jabatan dan menjamin kesinambungan pemerintahan di tingkat desa.
“Kami pastikan tidak ada pelayanan publik yang stagnan di tingkat desa. Pelantikan penjabat Kades adalah langkah strategis agar roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal,”tegas Afirudin.
Selain itu, penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Reformasi Birokrasi (RB), dan pembangunan Zona Integritas (ZI) mulai diintensifkan dengan pendampingan langsung dari KemenPAN-RB.
Stabilitas Harga dan Dorongan PAD Melalui Hilirisasi
Di sektor ekonomi, Afirudin-Rahman mengambil langkah cepat menstabilkan harga kebutuhan pokok dengan pelaksanaan program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di berbagai kecamatan. Program ini terbukti mampu menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, penyusunan rencana bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mulai digarap sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemitraan strategis dengan pelaku usaha baik dari dalam maupun luar daerah tengah dijajaki guna memperluas peluang investasi.
“Kami ingin ekonomi daerah ini tumbuh dari bawah, berbasis potensi lokal. Karena itu, BUMD akan kami dorong menjadi motor penggerak ekonomi Buton Utara,” ujar Afirudin.
Pemeliharaan Infrastruktur Prioritas
Di sektor infrastruktur, penanganan ruas jalan kritis menjadi perhatian utama. Pemeliharaan ruas Ereke-Lambale-Kambowa dan ruas Waode Buri-Labuan telah dimulai. Sementara untuk ruas Lambale-Ronta yang kerap tergenang banjir, dilakukan normalisasi drainase dan sungai sebagai solusi jangka pendek.
Afirudin juga memastikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuahkan hasil dengan dialokasikannya anggaran Rp47 miliar untuk peningkatan tiga ruas jalan provinsi sepanjang 17 km di Buton Utara.
“Ini bukti bahwa sinergi dengan Pemprov efektif. Peningkatan jalan provinsi ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Percepatan Pembangunan RSUD Buton Utara
Di sektor kesehatan, Afirudin-Rahman fokus mempercepat pembangunan RSUD Buton Utara yang ditargetkan naik status dari Tipe D ke Tipe C. Rumah sakit ini nantinya akan memiliki layanan unggulan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
“Target kami, pembangunan selesai Desember 2025. RSUD ini akan kami desain tiga lantai dengan fasilitas medis yang memadai untuk melayani kasus-kasus kompleks,” kata Afirudin.
Selain itu, dilakukan program pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dorong Hilirisasi Aspal Buton dan Rehabilitasi Mangrove
Di sektor sumber daya alam dan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Buton Utara tengah mendorong hilirisasi Aspal Buton melalui skema investasi. Hal ini merupakan hasil konsultasi intensif dengan Kementerian ESDM yang membuka peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menambah PAD.
Tak hanya itu, kawasan hutan mangrove seluas 17.400 Ha di Buton Utara menjadi fokus perhatian untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis ekologi dengan pendekatan perdagangan karbon. Rehabilitasi ekosistem mangrove akan dilakukan secara bertahap melalui sinergi dengan Balai Konservasi Kehutanan dan DAS Kendari serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Kami ingin Buton Utara menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandas Afirudin.
Kebersamaan Kunci Membangun Buton Utara
Afirudin menegaskan, capaian 100 Hari Kerja ini bukan sekadar pemenuhan janji politik, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun Buton Utara yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersinergi membangun Buton Utara. Kita jadikan capaian 100 hari ini sebagai pijakan awal menuju lima tahun kerja yang produktif,” pungkasnya. (Adv)