BURANGA,Matabuton.com-Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Buton Utara, Hendrik, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buton Utara, Muhamad Asrih Adam, ST, atas berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan dalam penanganan persoalan sampah di wilayah Buton Utara.
Apresiasi tersebut disampaikan Hendrik saat Rapat Kerja (Raker) antara Komisi II DPRD Buton Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup yang digelar di Aula Kantor DPRD Buton Utara, Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam forum tersebut, Hendrik menilai langkah-langkah yang dipaparkan oleh Kepala DLH Buton Utara tidak hanya berorientasi pada penyelesaian jangka pendek, tetapi memiliki visi jangka panjang yang kuat, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Yang selebihnya tadi, Pak, saya sangat apresiasi. Bapak sudah sampai memikirkan urusan sumber daya manusia, kualitas adik-adik, bahkan sampai menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan untuk menumbuhkan moralitas terkait pembuangan sampah. Bagi saya ini sangat visioner,” ungkap Hendrik.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan bahwa pembangunan daerah, termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan, tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari fondasi yang paling dasar.
“Karena membangun daerah ini tidak cukup satu dua hari atau satu dua tahun. Memang harus dimulai dari dasar. Itu apresiasi dari saya. Selanjutnya nanti kita lihat kinerja-kinerja berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buton Utara, Muhamad Asrih Adam, ST, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah program kerja DLH yang saat ini tengah dijalankan, termasuk berbagai program inovasi di bidang edukasi lingkungan.
Ia mengungkapkan bahwa DLH Buton Utara telah melakukan edukasi langsung ke lapangan, khususnya ke sekolah-sekolah, guna menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar.
“Minggu lalu tim kami sudah bergerak ke sekolah-sekolah untuk melakukan edukasi tentang bagaimana cara membuang sampah yang benar, khususnya kepada anak-anak sekolah dasar,” jelas Asrih.
Menurutnya, pemilihan sasaran edukasi kepada siswa sekolah dasar bukan tanpa alasan. Anak-anak dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan keluarga.
“Kenapa kami mulai dari sekolah dasar? Karena melalui anak-anak SD ini, secara tidak langsung mereka juga bisa mengingatkan dan menekan bapak ibunya yang ada di rumah,” tuturnya.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Buton Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan, demi mewujudkan Buton Utara yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. (Ads)
















































































