BURANGA,Matabuton.com-Aksi demonstrasi yang digelar LSM Perisai di kantor DPRD Kabupaten Buton Utara, Kamis (5/3/2026), sempat diwarnai kericuhan antara massa aksi dan petugas Satpol PP.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang dinilai terus terjadi dalam beberapa minggu terakhir di wilayah Kabupaten Buton Utara.
Koordinator lapangan aksi, Iyhan Hutman Junior, mengatakan kedatangan mereka di DPRD untuk mendesak wakil rakyat memanggil pihak PLN guna menjelaskan penyebab seringnya pemadaman listrik di daerah tersebut.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk protes terhadap pemerintah dan PLN karena pemadaman listrik terus terjadi,” kata Iyhan dalam orasinya.
Menurutnya, pemadaman listrik tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan rumah tangga.
“Akibat pemadaman listrik itu, beberapa perabot masyarakat rusak total. Kami menuntut agar kerugian masyarakat diganti,” tegasnya.
Massa aksi menilai masalah pemadaman listrik bukan lagi kejadian sesaat, melainkan sudah berlangsung berminggu-minggu.
Karena itu, mereka mendesak Manajer PLN Unit Layanan EREKE untuk mundur dari jabatannya.
“Kami meminta manajer PLN Unit Pelayanan EREKE segera mengundurkan diri dan meminta maaf kepada masyarakat atas ketidakmampuannya mengelola kelistrikan,” ujarnya.
Iyhan juga menyoroti pemadaman listrik yang kerap terjadi setiap bulan suci Ramadhan. Ia bahkan menduga ada persoalan dalam pengelolaan bahan bakar pembangkit.
“Setiap Ramadhan listrik selalu padam. Kami menduga ada praktik yang menimbulkan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pengelolaan bahan bakar,” katanya.
Meski begitu, ia mengaku masyarakat masih bisa memahami jika pemadaman terjadi karena faktor teknis seperti pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik.
“Kalau pemadaman karena pohon tumbang yang mengenai kabel utama seperti yang beredar di media sosial, itu masih bisa dimaklumi,” tuturnya.
Namun karena pemadaman terus terjadi dalam waktu lama, massa akhirnya memilih turun ke jalan.
“Karena pemadaman listrik terjadi berturut-turut hingga berminggu-minggu, maka kami melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes,” tutup Iyhan.
Laporan: Redaksi.
















































































