Pendakian Walipuo Buton Utara Kembali Telan Kecelakaan, Mobil Bermuatan Pipa Gagal Mendaki

Sebuah mobil pengangkut pipa mengalami insiden saat melintasi tanjakan ekstrem tersebut, Sabtu (3/1/2025).

BURANGA, Matabuton.com-Kondisi rusak parah Pendakian Walipuo di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, kembali memicu kecelakaan lalu lintas. Sebuah mobil pengangkut pipa mengalami insiden saat melintasi tanjakan ekstrem tersebut, Sabtu (3/1/2025).

Beruntung, dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa. Namun insiden ini kembali menjadi peringatan keras atas buruknya kondisi jalan provinsi milik Pemerintah Sulawesi Tenggara yang hingga kini belum juga mendapat penanganan serius.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Matabuton.com di lokasi kejadian, mobil bermuatan pipa tersebut mengalami kesulitan saat mendaki. Kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi batu berserakan diduga kuat menjadi penyebab utama kecelakaan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, badan jalan di pendakian Walipuo telah terkikis air hujan, berlubang, serta membentuk alur selokan yang membahayakan kendaraan, terutama yang membawa muatan berat. Aspal nyaris tak tersisa, menyisakan bebatuan lepas yang mudah membuat ban selip dan kendaraan kehilangan kendali.

Sejumlah warga yang berada di lokasi menyebut kecelakaan di pendakian Walipuo bukan kali pertama terjadi.

“Sudah sering mobil gagal naik, bahkan hampir terguling. Tinggal tunggu waktu kalau tidak segera diperbaiki,” ujar  Arif.

Pendakian Walipuo merupakan akses vital yang menghubungkan Kabupaten Buton Utara dengan Kabupaten Buton dan Kota Baubau. Jalur ini menjadi tumpuan utama masyarakat Kecamatan Kambowa dan Bonegunu untuk mobilitas harian serta distribusi hasil pertanian dan material bangunan. Namun, alih-alih menopang roda ekonomi, kondisi jalan tersebut justru berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Meski kali ini tidak menelan korban, kecelakaan mobil pengangkut pipa tersebut menjadi alarm keras bahwa kerusakan infrastruktur tak bisa lagi dianggap sepele.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, sebelum kecelakaan serupa berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.

Laporan: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *