BURANGA,Matabuton.com-Kehadiran ritel modern seperti Indomaret di Kabupaten Buton Utara menuai beragam tanggapan. Di tengah kritik dari sejumlah pihak, sebagian masyarakat justru menilai kehadirannya membawa dampak positif, mulai dari kemudahan akses kebutuhan harian hingga potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Arzal, pemuda asal Kecamatan Bonegunu yang aktif sebagai pemerhati kebijakan publik. Ia menilai kehadiran Indomaret bukan ancaman, melainkan solusi praktis bagi masyarakat.
“Kalau ada Indomaret, warga lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi jauh sampai ke Baubau. Ini solusi praktis, mohon maaf, karena di kios-kios kecil belum tentu semua barang tersedia,” ujar Arzal saat diwawancarai wartawan di salah satu Warkop di Ereke, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, kehadiran ritel modern tidak hanya soal kemudahan akses, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah. Ia menyebut, keberadaan Indomaret berpotensi menambah PAD sekaligus memperbaiki tampilan kota.
“Ereke di Kecamatan Kulisusu ini bukan sekadar pusat pemerintahan, tapi juga pusat perputaran ekonomi Buton Utara. Jadi wajar kalau Indomaret masuk. Selain menambah PAD, juga bisa mengubah wajah kota agar tidak terlihat suram,” katanya.
Arzal juga menilai perbedaan harga antara Indomaret dan pelaku UMKM lokal tidak signifikan. Menurutnya, perbedaan lebih terletak pada strategi pemasaran.
“Persoalan harga saya kira tidak jauh berbeda. Bahkan ada komoditas yang lebih mahal di Indomaret dibanding warung. Bedanya hanya di promo-promo tertentu,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah daerah tetap harus hadir mengatur agar ritel modern tidak mematikan usaha kecil masyarakat.
“Pemda harus memastikan lewat zonasi dan aturan yang tegas, supaya pelaku UMKM tetap bisa bertahan,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi.

















































































