BURANGA,Matabuton.com-Puskesmas Bonegunu akhirnya buka suara terkait penanganan seorang bayi berusia 2 bulan yang sempat menjadi sorotan publik.
Kepala Puskesmas Bonegunu, Husni, menegaskan bahwa seluruh tindakan medis terhadap bayi berinisial MAA (2 bulan), warga Desa Ronta, telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan berdasarkan kondisi medis pasien.
“Pasien datang pada 15 April 2026 sekitar pukul 00.05 WITA dengan keluhan diare dan demam. Berdasarkan hasil triase dan penilaian dehidrasi, kondisi pasien masuk kategori diare tanpa dehidrasi sesuai standar WHO,” ujar Husni saat dikonfirmasi via WhatsAppnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, tenaga medis langsung memberikan terapi awal berupa oralit dan zinc, serta melakukan pemantauan ketat. Pemberian obat penurun panas juga disesuaikan karena sebelumnya pasien telah mendapat obat serupa di rumah.
Namun dalam perkembangannya, kondisi bayi mengalami demam yang tidak kunjung turun disertai perut kembung. Tim medis kemudian menyarankan pemasangan infus sebagai langkah lanjutan.
“Upaya pemasangan infus telah dilakukan beberapa kali, namun mengalami kendala karena pembuluh darah bayi yang sulit dan kondisi pasien yang terus bergerak,” jelasnya.
Husni mengungkapkan, sejak pagi hari dokter sudah menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga sempat menolak dan meminta agar tindakan infus kembali dicoba.
“Dokter terus memberikan edukasi bahwa rujukan diperlukan, terutama untuk pemeriksaan lanjutan seperti cek darah guna mengetahui penyebab demam,” katanya.
Setelah melalui komunikasi intensif, keluarga akhirnya menyetujui rujukan. Puskesmas kemudian berkoordinasi dengan RSUD Buton Utara dan menyiapkan proses rujukan, meski sempat terkendala ketersediaan ambulans.
“Pasien dirujuk sekitar pukul 12.29 WITA dan diantar langsung oleh dokter menggunakan kendaraan keluarga,” ungkap Husni.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, kondisi bayi dilaporkan stabil dengan pemantauan terus dilakukan. Setibanya di RSUD Buton Utara, pasien langsung diserahkan kepada tim medis IGD untuk penanganan lebih lanjut.
Husni juga menyoroti adanya perbedaan informasi yang disampaikan keluarga terkait riwayat kondisi pasien, yang dinilai dapat memengaruhi proses penanganan awal.
“Kami berharap keluarga pasien dapat memberikan informasi yang jujur dan lengkap agar penanganan bisa lebih optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak Puskesmas Bonegunu tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta terbuka terhadap evaluasi demi peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Laporan: Redaksi.

















































































