BURANGA,Matabuton.com-Polemik penanganan bayi yang mengalami diare di Puskesmas Bonegunu akhirnya berujung damai. Pihak puskesmas dan keluarga pasien sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dalam pertemuan yang digelar pada Selasa (28/4/2026).
Pertemuan berlangsung di kediaman pasien dan dimediasi oleh Pelaksana Harian (Plh) Camat Bonegunu bersama unsur terkait. Kepala Puskesmas Bonegunu, Husni, hadir langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan klarifikasi.
Dalam kesempatan itu, Husni menegaskan bahwa kedatangan pihaknya bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah, melainkan membangun komunikasi yang lebih baik.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Segala kritik, saran, dan masukan yang bersifat membangun akan kami jadikan bahan evaluasi,” ujarnya.
Husni juga menjelaskan keterbatasan layanan di Puskesmas Bonegunu, termasuk ketersediaan tenaga medis dan sarana pendukung.
“Perlu kami tegaskan, dalam kondisi darurat pasien bisa langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jam pelayanan dokter dimulai pukul 08.00 WITA, dan saat ini dokter di Puskesmas Bonegunu hanya satu orang. Untuk ambulans, kami masih terus berupaya agar dapat tersedia dan berfungsi optimal,” jelasnya.
Ia berharap, setelah adanya kesepakatan damai tersebut, tidak ada lagi polemik yang berkembang di media sosial.
“Harapannya setelah ini tidak ada lagi saling menyudutkan atau ‘kuat-kuatan’ di media sosial. Mari kita jaga suasana yang kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, pihak keluarga pasien sangat merespon niat baik kepala puskesmas bonegunu untuk bersilaturahmi dengan kami. Mereka mengaku bersyukur karena kondisi bayi kini telah membaik.
“Kami sangat bersyukur karena bayi kami sudah sehat walafiat. Ujar Rusni selaku keluarga pasien,”
Laporan: Redaksi.

















































































