BUTUR  

Polres Buton Utara Awasi Distribusi BBM di SPBU K 769302

Polres Buton Utara kembali melakukan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), kali ini di SPBU K 769302, Rabu (21/10/2026).

BURANGA, Matabuton.com-Polres Buton Utara kembali melakukan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), kali ini di SPBU K 769302, Rabu (21/10/2026). Dalam pemeriksaan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Buton Utara, tiga nosel BBM ditemukan menghasilkan takaran di bawah batas toleransi.

Pemeriksaan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita itu dipimpin Ps. Kanit II Satreskrim Polres Buton Utara AIPDA Muh. Marwan bersama anggota dan jajaran Disperindag Buton Utara.

Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan mencegah penyalahgunaan di tengah masyarakat.

Kapolres Buton Utara, AKBP Ida Bagus Kade Sutha Astama melalui Kasat Reskrim, IPTU La Ode Muhammad Farid menegaskan, kepolisian akan terus mengawasi distribusi BBM dan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM subsidi.

“Kami akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi,” tegas Farid.

Berdasarkan hasil pengukuran Disperindag menggunakan bejana ukur berkapasitas 20 liter, tiga nosel tercatat berada di bawah batas toleransi.

Temuan tersebut meliputi dua nosel Pertalite di Pulau 1, masing-masing nosel 1 dan nosel 2, serta satu nosel Pertamax di Pulau 3. Ketiganya menunjukkan hasil di bawah batas toleransi dalam tiga kali pengujian.

Atas hasil tersebut, pihak SPBU diwajibkan melakukan tera ulang terhadap mesin nosel. Kondisi mesin yang diduga telah aus disebut sebagai salah satu kemungkinan penyebab ketidaksesuaian takaran, tetapi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Disperindag Buton Utara selanjutnya akan melakukan pengukuran dan tera ulang sesuai agenda pemeriksaan berkala.

Sementara itu, Polres Buton Utara mengimbau masyarakat tidak mengantre BBM secara berulang, menjaga ketertiban saat pengisian, serta tidak melakukan penimbunan. Kepolisian memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar distribusi BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *