BUTUR  

Minggu Besok, Warga Wacu Laeya Butur Bakal Blokir Jalan Provinsi akibat Rusak Parah dan Berdebu

Gambar ilustrasi pemblokiran jalan.

BURANGA, Matabuton.com-Warga Desa Wacu Laeya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), berencana memblokir ruas jalan provinsi pada Minggu (11/10/2026). Aksi ini dipicu kondisi jalan yang rusak parah dan debu yang beterbangan saat musim kemarau hingga dikeluhkan mengganggu kesehatan masyarakat.

Kerusakan jalan yang telah berlangsung lama itu membuat warga harus menghadapi persoalan setiap hari. Saat cuaca panas, debu dari jalan yang rusak beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan warga berencana turun ke jalan untuk menuntut perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Koordinator Lapangan aksi, Indra mengatakan, kerusakan jalan dan debu yang ditimbulkan telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat Desa Wacu Laeya.

“Karena jalan rusak dan sangat berdebu yang berimplikasi pada kesehatan masyarakat Wacu Laeya,” ujar Indra, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Indra, aksi pemblokiran jalan tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah provinsi tidak lagi mengabaikan kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Warga mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turun langsung menemui masyarakat Desa Wacu Laeya untuk melihat kondisi jalan yang mereka keluhkan selama ini.

Mereka juga menuntut komitmen tertulis dari pemerintah provinsi mengenai penganggaran dan perbaikan jalan yang disebut telah terbengkalai selama puluhan tahun.

“Mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara untuk turun langsung ke lapangan menemui masyarakat Desa Wacu Laeya guna melihat kondisi riil jalan dan memberikan komitmen hitam di atas putih terkait penganggaran serta perbaikan jalan provinsi yang telah terbengkalai puluhan tahun,” bebernya.

Ruas jalan provinsi yang menjadi sasaran aksi tersebut merupakan jalur penghubung Kabupaten Buton dengan Kota Ereke.

Warga berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar memberikan janji. Mereka menginginkan kepastian penganggaran dan jadwal perbaikan agar persoalan jalan rusak dan debu yang dikeluhkan masyarakat tidak terus berlarut-larut.

Hingga berita ini diterbitkan, Matabuton.com belum berhasil menghubungi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Sulawesi Tenggara untuk meminta tanggapan terkait tuntutan warga dan rencana perbaikan ruas jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *