BUTUR  

Demo Pemblokiran Jalan Provinsi di Wacu Laeya Butur Ditunda hingga Selasa

Gambar ilustrasi IA.

BURANGA, Matabuton.com-Aksi demonstrasi pemblokiran jalan provinsi di Desa Wacu Laeya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dijadwalkan berlangsung Minggu (11/10/2026), ditunda hingga Selasa (13/10/2026).

Penundaan tersebut diputuskan setelah koordinator lapangan bersama sejumlah elemen masyarakat Desa Wacu Laeya melakukan diskusi pada Sabtu malam. Meski ditunda, warga tetap berencana memblokir jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi ruas jalan provinsi yang rusak parah dan berdebu.

Koordinator Lapangan aksi, Indra mengatakan, keputusan penundaan diambil berdasarkan hasil kesepakatan bersama masyarakat.

“Alasannya berdasar hasil diskusi tadi malam bersama semua elemen masyarakat Wacu Laeya, gerakannya ditunda dan akan dilaksanakan hari Selasa,” kata Indra saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Minggu (11/10/2026).

Indra memastikan, pemberitahuan rencana aksi tersebut telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Izinnya sudah masuk di pihak kepolisian selama satu bulan,” katanya.

Ia menegaskan, aksi pemblokiran jalan akan terus dilakukan hingga ada perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang datang menemui masyarakat Desa Wacu Laeya.

“Sampai pihak provinsi menemui masyarakat Desa Wacu,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga berencana menggelar aksi karena kondisi jalan provinsi di Desa Wacu Laeya dinilai telah lama mengalami kerusakan. Saat musim kemarau, debu dari jalan tersebut beterbangan dan dikeluhkan mengganggu kesehatan serta aktivitas warga.

Masyarakat mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turun langsung melihat kondisi jalan sekaligus memberikan komitmen tertulis terkait penganggaran dan perbaikannya.

Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung Kabupaten Buton dengan Kota Ereke. Warga kini menjadwalkan ulang aksi pada Selasa mendatang sembari tetap menuntut kepastian penanganan kerusakan jalan dari pemerintah provinsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *