BUTUR  

Pemprov Sultra Tangani Jalan Langkumbe-Wacu Laeya, Warga Butur Sampaikan Terima Kasih

BURANGA, Matabuton.com-Pemerintah Kabupaten Buton Utara bersama masyarakat Desa Wacu Laeya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) atas tindak lanjut aspirasi warga terkait kerusakan jalan pada ruas Lambale-Ereke.

Respons tersebut ditindaklanjuti melalui pengalihan penanganan pekerjaan peningkatan jalan pada segmen Langkumbe-Wacu Laeya sepanjang 5 kilometer.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Buton Utara, Sartono, mengatakan penanganan jalan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Buton Utara, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), telah memfasilitasi serta mengawal aspirasi warga hingga mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

“Pemerintah Kabupaten Buton Utara bersama masyarakat Desa Wacu Laeya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara atas respons terhadap aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan ruas Lambale-Ereke,” ujar Sartono melalui WhatsAppnya Minggu (18/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, pada Sabtu (17/10/2026), masyarakat Desa Wacu Laeya bertemu dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara bersama tim untuk pelaksanaan Mutual Check 0 (MC-0) pekerjaan peningkatan jalan ruas Lambale-Ereke.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Buton Utara, Rahman, Kepala Dinas PUPR Buton Utara, La Ode Husima bersama tim, Kapolsek Kulisusu, anggota DPRD Buton Utara dari Fraksi Amanat Rakyat Dapil I, Endri serta pihak kontraktor La Ode Gomberto.

Kehadiran Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk menyampaikan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat.

Sartono mengatakan, penanganan jalan tersebut diharapkan dapat mengatasi kerusakan parah di kawasan permukiman Desa Wacu Laeya yang selama ini menimbulkan debu dan mengganggu kenyamanan warga.

“Peningkatan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mengurangi dampak debu, serta memperlancar konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra juga meminta dukungan masyarakat untuk menjaga kelancaran pekerjaan peningkatan jalan, termasuk penataan bahu jalan dan bangunan pelengkap.

Warga yang memiliki kios, warung, maupun bangunan lain yang menggunakan ruang milik jalan (Rumija) diminta secara sukarela memindahkan bangunannya ke lokasi lain.

Penataan tersebut diperlukan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan badan jalan yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan yang rapi, aman, dan nyaman bagi pengguna.

Menurut Sartono, warga yang memiliki warung atau kios di pinggir jalan menyatakan kesediaan mereka untuk memindahkan bangunan secara mandiri saat pertemuan berlangsung.

Sartono menambahkan, penanganan jalan pada segmen Langkumbe-Wacu Laeya menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat Buton Utara.

Program tersebut juga disebut sebagai bagian dari implementasi program JAMAAH yang menjadi salah satu visi dan misi Gubernur Sulawesi Tenggara.

Pemkab Buton Utara berharap sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat terus terjaga sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan bertahap dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buton Utara dan masyarakat Desa Wacu Laeya, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Bapak Bupati Buton Utara, serta seluruh jajaran yang telah memperjuangkan dan memfasilitasi aspirasi masyarakat,” tutup Sartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *