BUTUR  

Warga Wacu Laeya Batal Blokir Jalan Provinsi, Tunggu Pertemuan dengan Pemprov Sultra

BPBD Buton Utara saat melakukan penyiraman jalan di Desa Wacu Laeya.

BURANGA, Matabuton.com-Rencana pemblokiran jalan provinsi di Desa Wacu Laeya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), batal dilakukan. Warga memilih menunggu selama sepekan setelah menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buton Utara, Minggu (11/10/2026).

Warga Wacu Laeya, Jusran mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Kadis PU Butur merespons rencana aksi dan menggelar pertemuan dengan masyarakat. Dalam pertemuan itu, warga diminta menunggu kedatangan pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membahas penanganan jalan rusak.

“Poinnya kemarin itu, Bang, kami disuruh menunggu satu minggu karena dari pihak provinsi yang mau datang sendiri di Wacu Laeya,” kata Jusran saat diwawancarai wartawan via WhatsAppnya (14/10/2026).

Menurut Jusran, pihak provinsi dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan warga pada Senin pekan berikutnya. Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah konkret untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat terkait perbaikan jalan provinsi yang selama ini dikeluhkan.

“Kami sebagai warga Desa Wacu Laeya tidak jadi menutup jalan, masih menunggu satu minggu sebagaimana hasil rapat yang diadakan hari Minggu bersama Bapak Kadis PU Buton Utara,” ujarnya.

Jusran menjelaskan, rencana penutupan jalan sebelumnya muncul karena warga ingin pemerintah segera menangani kerusakan jalan yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Saat musim kemarau, debu dari jalan tersebut beterbangan hingga mengganggu kenyamanan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga meminta dinas terkait melakukan penyiraman jalan di kawasan permukiman selama masa tunggu satu pekan.

“Karena mau disimpan titik nolnya pekerjaan aspal itu, Bang. Tapi kami minta kemarin itu selama satu minggu dinas terkait mengadakan dulu penyiraman di dalam permukiman,” tuturnya.

Dengan keputusan tersebut, warga untuk sementara tidak melanjutkan rencana pemblokiran jalan dan memilih menunggu realisasi hasil pertemuan dengan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *