Kades Ngapaea Suparjo Salurkan Bantuan Pendidikan, Mahasiswa Terima Rp1,5 Juta dan Puluhan Siswa Dapat Seragam Sekolah

Kepala Desa Ngapaea, Suparjo [baju hitam] saat menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada perwakilan siswa.

BURANGA, Matabuton.con-Komitmen Pemerintah Desa Ngapaea, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam mendukung dunia pendidikan terus diwujudkan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Suparjo, pemerintah desa kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada puluhan pelajar dan mahasiswa.

Bantuan tersebut diberikan dalam dua bentuk. Sebanyak sembilan mahasiswa menerima bantuan uang tunai sebesar Rp1.500.000 per orang, sementara siswa SD, SMP, dan SMA memperoleh paket perlengkapan sekolah yang dibiayai melalui Dana Desa (DD).

Kepala Desa Ngapaea, Suparjo mengatakan, program bantuan pendidikan itu bukanlah program baru. Menurutnya, program tersebut telah berjalan sejak 2023 dan tetap dipertahankan meski anggaran Dana Desa mengalami efisiensi.

“Program ini mulai berjalan sejak tahun 2023. Sampai sekarang, meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, tetap kami programkan karena sifatnya sangat prioritas bagi warga kami,” kata Suparjo kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Ia mengaku kondisi ekonomi sebagian masyarakat menjadi alasan utama pemerintah desa tetap mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan.

“Jangankan berutang kepada tetangga, berutang di bank pun mereka lakukan demi anak-anaknya bisa sekolah. Kondisi itu yang memicu kami sebagai pemerintah desa untuk terus menjalankan program ini,” ujarnya.

Menurut Suparjo, pada tahun-tahun sebelumnya bantuan diberikan secara merata kepada seluruh sasaran. Namun, akibat berkurangnya alokasi Dana Desa karena kebijakan efisiensi, tahun ini bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar kurang mampu.

“Dulu penyalurannya kami ratakan. Tapi karena dampak efisiensi Dana Desa, anggarannya berkurang sehingga kami hanya mampu memprioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan sektor pendidikan.

“Artinya, kondisi efisiensi ini tidak menjadi alasan bagi kami untuk tidak mendukung program pendidikan. Pendidikan tetap menjadi prioritas karena menyangkut masa depan anak-anak desa,” tegasnya.

Selain bantuan untuk mahasiswa, Pemdes Ngapaea juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp11.400.000 untuk pengadaan perlengkapan sekolah bagi para siswa.

Suparjo merincikan, penerima bantuan perlengkapan sekolah terdiri dari 5 siswa SD, 11 siswa SMP, dan 7 siswa SMA.

“Anggaran bantuan perlengkapan sekolah sebesar Rp11.400.000. Penerimanya terdiri dari lima siswa SD, sebelas siswa SMP, dan tujuh siswa SMA,” katanya.

Salah satu orang tua penerima bantuan, Sir Fariati, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah desa terhadap pendidikan anak-anak mereka.

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Adanya bantuan ini benar-benar membantu kami,” ujarnya.

Menurut Fariati, paket bantuan yang diterima anaknya cukup lengkap, mulai dari sepatu, kaus kaki, celana, ikat pinggang, baju seragam, dasi, topi, buku hingga bolpoin.

Ia berharap program bantuan pendidikan tersebut dapat terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat.

“Harapan kami, bantuan seperti ini terus diadakan karena sangat membantu masyarakat,” katanya.

Fariati juga mengapresiasi kepemimpinan Suparjo selama memimpin Desa Ngapaea.

“Alhamdulillah, selama dipimpin Pak Kepala Desa Suparjo, kami masyarakat merasa sangat terbantu dan terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *