BURANGA,Matabuton.com– Aksi pemblokiran jalan Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, memasuki hari ketiga. Namun hingga Sabtu (6/6/2026), pukul 16:29 Wita Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara dan Wakil Bupati Buton Utara, Rahman belum juga terlihat menemui massa aksi yang sejak Kamis lalu bertahan di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga masih terus berjaga di titik blokade sambil menunggu kepastian terkait tuntutan mereka agar jalan provinsi yang rusak segera diperbaiki dan diaspal.
Di tengah aksi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, pejabat daerah yang tercatat datang menemui massa hanya Kepala Dinas PUPR Buton Utara, La Ode Husima, dan Plt Kepala Bappeda Buton Utara, Agus Pria Budiana.
Sementara itu, sosok yang paling intens berkomunikasi dengan massa aksi justru Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi S. Sejak hari pertama aksi, Kapolres beberapa kali berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan tuntutan mereka.
Tidak hanya itu, AKBP Totok juga berupaya menjembatani komunikasi masyarakat dengan para pemangku kebijakan. Bahkan, Kapolres menyampaikan langsung keluhan warga kepada anggota DPR RI Komisi V serta menghubungkan massa aksi dengan Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Perwakilan massa aksi dijadwalkan bertemu dengan Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra di Kendari pada Rabu mendatang untuk membahas kondisi jalan provinsi yang menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.
Selain itu, melalui serangkaian dialog dan lobi yang dilakukan Kapolres, massa aksi akhirnya sepakat melonggarkan blokade dengan menerapkan sistem buka-tutup jalan pada jam-jam tertentu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Meski demikian, warga menegaskan perjuangan mereka belum berakhir. Mereka masih menunggu kehadiran dan sikap pemerintah terhadap tuntutan yang mereka suarakan.
Hingga hari ketiga aksi berlangsung, belum ada tanda-tanda kehadiran Bupati maupun Wakil Bupati Buton Utara di lokasi blokade. Kondisi ini menjadi sorotan warga yang berharap pemerintah daerah turut hadir mendengarkan langsung aspirasi masyarakat yang memperjuangkan perbaikan jalan provinsi di wilayah mereka.
Sementara warga masih bertahan di lokasi blokade dan menanti perhatian pemerintah, Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara belum juga memberikan respons kepada publik. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui panggilan WhatsApp tidak membuahkan hasil.

















































































