BURANGA, Matabuton.com– Aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2026), berujung ricuh. Bentrokan terjadi antara dua kelompok massa yang memiliki sikap berbeda terkait penyegelan kantor tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok pertama mendukung penyegelan Kantor Dinas Pendidikan sebagai bentuk protes atas belum ditindaklanjutinya rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Surat Keputusan Bupati Buton Utara terkait pembatalan sejumlah SK pengangkatan, mutasi dan pemberhentian kepala sekolah. Sementara kelompok lainnya menolak penyegelan tersebut.
Perbedaan sikap itu memicu aksi saling dorong di lokasi hingga berujung pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan dua orang mengalami luka.
Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi S., mengatakan pihak kepolisian telah berupaya mencegah terjadinya bentrokan sejak awal. Namun situasi di lapangan berkembang hingga terjadi aksi kekerasan.
“Itu terjadi karena ada dua massa yang berbeda pandangan. Satu kelompok ingin menyegel Dinas Pendidikan, sementara kelompok lainnya menolak. Terjadi saling dorong hingga akhirnya terjadi penganiayaan terhadap salah satu korban,” kata Totok saat dikonfirmasi.
Menurut Totok, korban dalam peristiwa tersebut berjumlah dua orang, yakni LA dan LI
Ia menjelaskan, setelah mengalami luka dan mendapatkan perawatan dengan jahitan di puskesmas, LA kembali ke lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, terjadi lagi dugaan penganiayaan yang melibatkan penggunaan palu.
“Korban ada dua orang. Setelah La Afi mendapat perawatan dan dijahit di puskesmas, dia kembali ke lokasi. Kemudian terjadi lagi penganiayaan dengan menggunakan palu,” ujarnya.
Kapolres menegaskan anggotanya telah berusaha melerai kedua kelompok massa yang terlibat bentrok.
“Polisi sudah berusaha mencegah dan melerai. Anggota sudah menarik dan menahan kedua pihak, namun penganiayaan tetap terjadi,” jelasnya.
Saat ini, kedua pihak yang terlibat telah diamankan di Polres Buton Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah palu dan satu botol piloks yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Keduanya sudah diamankan dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Barang bukti yang diamankan berupa palu dan botol piloks,” pungkas Totok.
Video yang diterima Matabuton.com memperlihatkan darah berceceran di teras Kantor Dinas Pendidikan Buton Utara. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, media ini belum memperoleh keterangan dari pihak-pihak yang terlibat bentrokan terkait versi kejadian yang terjadi di lokasi.





















































































