BURANGA, Matabuton.com-Pemerintah Kabupaten Buton Utara memastikan pembangunan jaringan irigasi DI Buranga akan dimulai pada Agustus 2026. Proyek tersebut mencakup pembangunan bendungan dengan bentangan 27,6 meter, saluran primer sepanjang 5 kilometer, dan saluran sekunder sepanjang 12 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp68 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buton Utara, La Ode Husima, mengatakan proses pembangunan fisik diperkirakan mulai berjalan pada Agustus mendatang.
“Kemungkinan di Agustus sudah mulai. Anggaran kurang lebih Rp68 miliar,” ujarnya saat diwawancarai wartawan usai mengikuti Upacara HUT Buton Utara ke-19 di Islamic Center, Kamis (2/7/2026).
Selain pembangunan DI Buranga, Husima mengatakan Buton Utara juga memperoleh Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian. Tahun ini, Buton Utara mendapat persetujuan pembangunan di sembilan titik.
“Untuk irigasi disamping bendungan ada juga program Jiat kerjasama dengan pertanian tahun ini, kita mendapatkan persetujuan sembilan titik,” katanya.
Husima menjelaskan, setiap titik Program JIAT mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.944.893.950.
Selain itu, Buton Utara juga memperoleh Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) untuk lima kelompok. Rinciannya, empat kelompok berada di Desa Gunung Sari dan satu kelompok di Desa Soloy Agung.
“Kemudian ada juga usulan kita program percepatan pemanfaatan tata guna air irigasi. P3TGAI ada lima kelompok yang dapat, 4 kelompok di Desa Gunung Sari kemudian satu kelompok di Desa Soloy Agung. Dengan anggaran Rp195 juta pertitik,” tutupnya.

















































































