Seleksi Raja Kulisusu Ditunda Sepekan, Bontono: Kami Ikuti Tahapan Adat Leluhur

BURANGA, Matabuton.com-Lembaga Adat Sara Barata Kulisusu menunda pengumuman (Sokayana Pau) hasil seleksi Lakino atau Raja Kulisusu definitif yang semula dijadwalkan pada Jumat (7/8/2026). Pengumuman tersebut diundur hingga Jumat (14/8/2026).

Bontono Kancua Cua, Baharudin mengatakan, penundaan dilakukan karena adanya pertimbangan dalam proses adat, meski seluruh tahapan penting telah dijalankan sesuai ketentuan adat yang diwariskan para leluhur.

“Tadi malam para Moji dan Bonto belum jadi melaksanakan ritual, salat hajat, zikir, serta membuka Al-Qur’an untuk menentukan satu nama dari tiga calon Lakino berdasarkan hasil seleksi atau ciliki. Pengumuman diundur dan insyaallah akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026,” kata Baharudin kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Menurut Baharudin, proses pemilihan Lakino Kulisusu tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan adat yang telah diwariskan sejak berdirinya Kerajaan Kulisusu.

Ia menjelaskan, proses dimulai dari pengambilan Parentano Sara (Pau), doa dan ziarah ke makam raja pertama Kerajaan Kulisusu, rapat para Bonto, hingga penelusuran atau ciliki terhadap figur calon raja dari tiga garis keturunan Kaomu Cumbu Sara.

Dalam proses ciliki, kata dia, para Bonto menelusuri berbagai aspek calon, mulai dari silsilah, akhlak, pemahaman agama, adat budaya, perilaku pribadi, kehidupan keluarga hingga hubungan sosial di masyarakat.

“Proses tahapan demi tahapan ini kami lakukan dengan mengikuti tuntunan adat yang telah diwariskan oleh leluhur pendiri Kerajaan Kulisusu. Walaupun kami menyadari masih ada kekurangan, kami tetap berusaha mendekati tata cara adat yang sebenarnya,” ujarnya.

Setelah tahapan penelusuran selesai, dilanjutkan dengan musyawarah adat untuk menetapkan tiga kandidat yang kemudian memasuki tahapan Fali.

Baharudin menjelaskan, Fali merupakan ritual adat yang dilaksanakan oleh empat Bonto Yilaro bersama tiga Moji di Masjid Keraton Kulisusu pada malam Jumat. Ritual tersebut diawali dengan salat sunnah, salat hajat berjamaah, zikir, doa, hingga pembukaan Al-Qur’an sebagai ikhtiar memohon petunjuk kepada Allah SWT dalam menentukan satu nama Lakino Kulisusu definitif.

“Hasil Fali tetap dirahasiakan dan hanya disampaikan kepada dua Bonto Ea, yakni Kampani dan Kancua Cua, sebelum diumumkan dalam prosesi Sokayana Pau,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah pengumuman Lakino terpilih, tahapan berikutnya adalah Bulilingiana Pau atau pelantikan Raja Kulisusu oleh Bonto Ea, Kancua Cua dan Kampani yang selanjutnya akan dikukuhkan oleh Sultan Buton pada Jumat berikutnya.

Baharudin berharap masyarakat dapat memahami bahwa lahirnya seorang Lakino Kulisusu bukan melalui penunjukan sepihak, melainkan melalui mekanisme adat yang panjang dan penuh pertimbangan.

“Tujuan seluruh tahapan ini kami lakukan agar masyarakat memahami bahwa melahirkan seorang Lakino atau Raja Kulisusu memiliki proses yang harus dilalui sesuai amanah adat dan warisan leluhur,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *