Kepala SPPG Lelamo Klarifikasi Dua Siswa SMK I Buton Utara Dirawat: Bukan karena MBG, Satu Maag dan Satu Alergi

Dua siswa SMK Negeri 1 Buton Utara dilarikan ke RSUD Buton Utara usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8/2026).

BURANGA, Matabuton.com-Kepala SPPG Lelamo, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, Sukarno Putra Murli memberikan klarifikasi terkait dua siswa SMK Negeri 1 Buton Utara yang sempat dirawat di RSUD Buton Utara usai diduga mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8/2026).

Sukarno menegaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan tenaga medis, kedua siswa tersebut tidak dirawat karena keracunan makanan program MBG. Menurutnya, masing-masing siswa memiliki riwayat penyakit yang berbeda, yakni maag dan alergi.

“Bahwa yang tadi itu, adik itu maag, sama satu memang alergi,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (5/8/2026).

Ia mengakui kedua siswa tersebut memang mengonsumsi makanan MBG sebelum mengalami keluhan. Namun, menurutnya, hal itu tidak serta-merta menjadi penyebab keduanya menjalani perawatan.

“Memang betul mereka habis makan MBG di sekolah. Itu memang saya tidak bisa pungkiri,” ujarnya.

Sukarno mengatakan dirinya turut mengantarkan kedua siswa tersebut ke RSUD Buton Utara dan berkomunikasi langsung dengan dokter yang menangani mereka.

Dari hasil koordinasi itu, lanjutnya, satu siswa diketahui memiliki riwayat penyakit maag, sedangkan satu siswa lainnya diduga mengalami reaksi alergi.

“Ternyata setelah dikonfirmasi dengan pihak puskesmas yang satu ini memang dia ada riwayat penyakit maag. Yang satunya ini ada indikasi alergi. Kalau alergi untuk alerginya belum bisa pastikan. Kalau yang alergi ini dia cepat pulih karena dia minum obat STM. Yang agak lama itu yang memang maag gitu,” jelasnya.

Sukarno juga menilai, apabila penyebabnya adalah keracunan makanan, seharusnya jumlah siswa yang mengalami keluhan lebih banyak.

“Kalau misalnya ibarat keracunan, harusnya lebih banyak,” katanya.

Ia menambahkan, bahan makanan yang digunakan dalam program MBG juga merupakan bahan yang selama ini rutin digunakan.

“Soalnya selama pendistribusian bahan-bahan itu saja yang kami pakai-pakai terus,” ujarnya.

Menurut Sukarno, kondisi kedua siswa kini telah membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Saat ini korban sudah sehat dan sudah pulang di rumahnya masing-masing. Kita pulang sama-sama tadi,” pungkasnya.

Sukarno juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan rumah sakit yang dinilainya bergerak cepat memberikan penanganan terhadap kedua siswa tersebut.

“Saya mau berterimah kasih banyak kepada sekolah dan puskesmas, serta RSUD Buton Utara yang sudah membantu menangani dengan cepat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *