BURANGA, Matabuton.com-Suasana haru menyelimuti acara pisah sambut Kapolres Buton Utara. AKBP Totok Budi S tak mampu menyembunyikan rasa emosional saat berpamitan setelah kurang lebih satu tahun tiga bulan mengabdi di Buton Utara.
Di hadapan jajaran Polres, Totok mengenang hari pertama dirinya menginjakkan kaki di Buton Utara sebagai orang baru. Menurutnya, masyarakat dan seluruh elemen daerah menerima dirinya dengan tangan terbuka.
“Kurang lebih satu tahun tiga bulan yang lalu saya hadir sebagai warga baru, sebagai Kapolres baru. Saya diterima dengan sangat baik, sangat ramah. Hari ini pun kami izin pamit undur diri diterima dan diantar dengan baik,” ujar Totok, Senin (3/8/2026).
Didampingi sang istri, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan yang selama ini terjalin. Baginya, pengalaman bertugas di Buton Utara menjadi kenangan yang tidak akan mudah dilupakan.
“Kami atas nama keluarga, saya, istri, dan seluruh keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, kerja sama, pengalaman, dan kebersamaan yang sangat sulit saya lupakan dan sulit saya temukan di tempat lain,” katanya.
Totok juga mengenang masa-masa awal bertugas di Buton Utara. Dengan sedikit candaan, ia menceritakan bagaimana dirinya harus beradaptasi dengan kondisi daerah yang saat itu masih kerap mengalami pemadaman listrik.
“Di Buton Utara saya bersama istri menemukan bagaimana ternyata, di tengah gemerlapnya Jakarta masih ada tempat yang gelap di Indonesia. Saya sering bercanda, biasa gemerlap di Jakarta, begitu datang di Buton Utara dunianya menjadi gelap. Apalagi dulu awal-awal masih sering mati lampu. Genset solarnya habis, terpaksa pakai handphone,” ucapnya yang disambut senyum para hadirin.
Meski demikian, menurut Totok, segala keterbatasan itu justru menjadi proses pendewasaan bagi dirinya dan keluarga selama mengemban amanah sebagai Kapolres Buton Utara.
“Kami sangat menikmati menjalani proses di Buton Utara. Kalau boleh dibilang, saya dan istri menyampaikan, kami di Buton Utara ini bagaikan kepompong. Dari ulat menjadi kepompong, setelah ini menjadi kupu-kupu yang bisa terbang,” ungkapnya.
Puncak keharuan terjadi saat prosesi pelepasan di halaman Mapolres Buton Utara. AKBP Totok Budi S menyalami satu per satu personel yang selama ini mendampinginya dalam menjalankan tugas.
Air mata tak lagi mampu dibendung. Dengan mata berkaca-kaca, ia beberapa kali mengusap wajahnya saat menerima pelukan dan salam perpisahan dari para anggotanya.
Suasana semakin emosional ketika sejumlah personel mengangkat AKBP Totok Budi S ke atas pundak sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum meninggalkan Mako Polres Buton Utara. Di tengah tepuk tangan dan sorakan penuh rasa bangga, sang Kapolres terlihat menangis. Beberapa anggota yang mengantarnya pun ikut larut dalam isak tangis.
Momen itu menjadi penutup perjalanan pengabdian AKBP Totok Budi S di Buton Utara. Bagi para personel, perpisahan tersebut bukan sekadar melepas seorang pimpinan, tetapi mengantar sosok yang selama satu tahun tiga bulan telah menjadi pemimpin, sahabat, sekaligus bagian dari keluarga besar Polres Buton Utara.



















































































