BURANGA,Mtabuton.com-Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ardan, menyoroti kondisi jalan di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, yang berstatus sebagai jalan provinsi dan menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Buton.
Ardan menegaskan bahwa aksi pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat di Desa Pongkowulu merupakan bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Kabupaten Buton Utara.
Menurutnya, masyarakat menilai pemerintah belum mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal dalam menangani persoalan infrastruktur jalan yang telah lama dikeluhkan warga.
“Blokade jalan yang ada di Desa Pongkowulu merupakan bentuk protes masyarakat terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Kabupaten Buton Utara karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya,” kata Ardan.
Ia juga meminta pertanggungjawaban pemerintah atas kondisi jalan rusak di Desa Pongkowulu yang, menurutnya, telah dibiarkan selama 36 tahun tanpa penanganan yang memadai.
Ardan menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa karena menyangkut kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas, khususnya warga Kecamatan Kambowa dan Kabupaten Buton Utara secara umum.
Lebih lanjut, Ardan memperingatkan bahwa gelombang aksi protes dapat terus berlanjut apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Ketika aksi ini dianggap lelucon, maka akan ada aksi berjilid-jilid dan akan lebih besar daripada sebelumnya,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam apabila tidak ada kejelasan terkait upaya perbaikan jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga.
“Kami tidak akan tinggal diam jika tidak ada kejelasan langkah konkret karena ini menjadi kepentingan kita bersama untuk masyarakat Kabupaten Buton Utara, khususnya Kecamatan Kambowa,” tutup Ardan.



















































































