Warga Pongkowulu Ancam Beton Jalan Provinsi Jika Pemprov Sultra Tak Beri Kepastian

BURANGA, Matabuton.com-Warga Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, melunak. Setelah beberapa hari memblokade jalan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan, mereka sepakat membuka akses jalan pada jam-jam tertentu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai bersama, jalan akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 08.00 Wita, pukul 12.00 hingga 14.00 Wita, serta pukul 17.00 hingga 19.00 Wita. Kebijakan buka-tutup tersebut mulai diberlakukan pada Sabtu (6/6/2026).

Meski demikian, warga menegaskan keputusan tersebut bukan berarti perjuangan mereka telah berakhir. Massa aksi masih menunggu hasil pertemuan dengan Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada pekan mendatang.

Jika pertemuan itu tidak menghasilkan kepastian terkait perbaikan jalan provinsi yang rusak di Desa Pongkowulu, warga mengancam akan meningkatkan aksi protes mereka.

Bahkan, massa aksi telah menyiapkan langkah yang lebih ekstrem dengan rencana membeton ruas jalan yang saat ini menjadi jalur penghubung wilayah Buton Utara, Baubau dan Buton.

“Jika belum ada titik temu terkait perbaikan jalan ini setelah pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sultra, kami akan blokade jalan ini dengan cara membeton,” tegas Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Arzal Muis, saat diwawancarai wartawan, Jumat (5/6/2026).

Ancaman tersebut mencerminkan besarnya kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang selama ini mereka nilai diabaikan. Warga mengaku sudah terlalu lama menunggu realisasi pengaspalan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Aksi pemblokiran jalan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian luas publik. Selain melumpuhkan arus lalu lintas, aksi tersebut juga menjadi simbol protes masyarakat terhadap infrastruktur yang dinilai tidak kunjung mendapatkan penanganan serius.

Kini harapan warga Pongkowulu tertuju pada pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sultra. Namun satu hal yang mereka tegaskan, mereka tidak lagi menginginkan janji. Mereka menuntut kepastian kapan jalan yang selama ini rusak akan benar-benar diperbaiki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *