Akses ke Lahan Kelompok Tani 250 Hektare Rusak, Pemdes Pure Minta PT MPS Perbaiki Jalan Poros Pure-Bubu

Ruas jalan Pure-Bubu yang menghubungkan Kabupaten Muna dan Buton Utara (Butur) masih berstatus sebagai jalan kabupaten. Pemkab Muna berencana mengusulkan perubahan status ruas tersebut menjadi jalan provinsi. [Foto Facebook Abdul Salam Hidayat].

MUNA, Matabuton.com – Pemerintah Desa Pure, Kecamatan Wakorumba Selatan, meminta pihak PT Media Pembangunan Sultra (MPS) melakukan perbaikan jalan poros Pure-Bubu. Permintaan tersebut disampaikan karena akses menuju lahan kelompok tani di wilayah Desa Pure tersebut dinilai kurang baik.

Kepala Desa Pure, Yure mengatakan, pihaknya telah menyurati PT MPS terkait permintaan perbaikan jalan tersebut.

Hal itu disampaikan Yure saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu malam (29/8/2026).

“Iya benar. Saya sudah bersurat. Surat itu adalah perbaikan jalan atau perawatan,” ujarnya.

Yure menjelaskan, permintaan tersebut berkaitan dengan keberadaan lahan kelompok tani “Pure Pomosirahaku” seluas kurang lebih 250 hektare. Lahan tersebut berada di wilayah hutan kemasyarakatan yang membentang mulai dari Kilometer 7 hingga Jembatan Dempa.

“Kemarin 2024 melakukan penurunan status lahan kawasan hutan produksi menjadi hutan kemasyarakatan. Jadi hutan produksi itu saya turunkan statusnya menjadi hutan kemasyarakatan,” katanya.

Menurut Yure, status hutan kemasyarakatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Kehutanan.

“Jadi hutan kemasyarakatan itu dasarnya dari SK Metri Kehutanan ada dalam surat permohonan saya. Kemudian pengelolaan hutan masyarakat itu dikelola oleh masyarakat,” tambahnya.

Yure mengatakan, kondisi jalan menuju lokasi lahan menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memanfaatkan kawasan tersebut. Karena itu, pemerintah desa berinisiatif meminta bantuan Gomberto untuk melakukan perbaikan jalan.

“Lahannya jalannya kurang bagus, sehingga saya pemerintah desa berinisiatif agar masyarakat saya untuk bisa memanfatkan itu lahan. Karena kendala jalan tidak bagus tidak bisa diakses sehingga saya berinisiatif ketemu dengan beliau (Gomberto) minta untuk perbaikan jalan. Lalu beliau sangat setuju,” katanya.

Saat ditanya terkait komoditas yang akan ditanam di lahan tersebut, Yure mengaku belum dapat memastikan jenis tanaman yang akan dikembangkan oleh kelompok tani.

“Terkait dengan itu kami akan rencanakan bersama kelompok tani. Tentu akan kami sesuaikan dengan potensi dan komoditas jenis tanaman yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Poinya Sementara masih melihat jenis tanaman yang cocok untuk ditanami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *