BURANGA, Matabuton.com-Aksi pemblokiran jalan provinsi di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, memunculkan beragam reaksi publik. Salah satunya datang dari akun Facebook Arnita Rahayu yang menyoroti kehadiran Kapolres Buton Utara di tengah massa aksi.
Dalam unggahannya, Arnita Rahayu menilai ironi terjadi ketika masyarakat harus turun ke jalan untuk menyuarakan kondisi infrastruktur yang selama puluhan tahun dikeluhkan.
“Ironis memang. Saat jalan diblokir dan rakyat berteriak meminta perhatian, yang turun mendengar keluh kesah masyarakat justru Kapolres,” tulis Arnita.
Menurutnya, kehadiran Kapolres bukan untuk menakut-nakuti ataupun membubarkan massa aksi. Sebaliknya, Kapolres hadir untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat selama ini.
“Bukan untuk menakut-nakuti rakyat. Bukan untuk membubarkan rakyat. Tetapi untuk mendengar apa yang selama ini dirasakan rakyat,” lanjutnya.
Dalam unggahan yang sama, Arnita juga menyentil sebagian wakil rakyat yang dinilainya belum terlihat hadir di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Sementara sebagian wakil rakyat yang dipilih dari suara rakyat, entah masih sibuk di ruang ber-AC, rapat, atau mungkin menunggu masalah ini viral lebih dulu,” tulisnya.
Arnita menilai peristiwa tersebut memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat mengenai arti kehadiran seorang pemimpin atau pejabat publik saat rakyat membutuhkan perhatian.
“Hari ini masyarakat mendapat pelajaran berharga. Ternyata kursi empuk tidak selalu melahirkan kepedulian,” katanya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa pihak yang pertama hadir mendengar keluhan warga justru aparat kepolisian yang tugas utamanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dan terkadang, yang lebih dulu hadir di tengah penderitaan rakyat bukan mereka yang menyebut dirinya wakil rakyat, melainkan aparat yang tugas utamanya menjaga keamanan,” tulis Arnita.
Di akhir unggahannya, Arnita menegaskan bahwa bagi masyarakat Pongkowulu, kehadiran nyata lebih bermakna dibanding janji-janji yang sering disampaikan.
“Kalau rakyat harus memilih siapa yang benar-benar hadir saat dibutuhkan, maka jawabannya sudah terlihat di lapangan. Karena bagi rakyat Pongkowulu, kehadiran lebih berarti daripada seribu janji,” tutupnya.
Unggahan tersebut muncul di tengah aksi warga Desa Pongkowulu yang memblokade jalan provinsi sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius selama bertahun-tahun.
Kehadiran Kapolres Buton Utara di lokasi aksi menjadi perhatian karena ia memilih berdialog langsung dengan warga dan mendengarkan tuntutan mereka.



















































































