Jalan Ditutup Mendadak, Jenderal Lapangan Aksi Bantu BBM Pengendara yang Putar Balik

Jenderal lapangan aksi, Muhammad Arzal Muis.

BURANGA, Matabuton.com –Penutupan total Jalan Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, pada Minggu (7/6/2026), dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada para pengguna jalan.

Akibatnya, sejumlah kendaraan yang hendak melintas terpaksa memutar arah melalui jalur alternatif Ronta-Maligano yang jaraknya lebih jauh dan membutuhkan tambahan bahan bakar.

Menyadari dampak yang ditimbulkan akibat penutupan mendadak tersebut, Jenderal Lapangan aksi, Muhammad Arzal Muis, mengambil inisiatif membantu para pengendara dengan memberikan biaya bahan bakar minyak (BBM) kepada kendaraan yang terpaksa berbalik arah.

“Karena tanpa pemberitahuan menutup jalan, sebagai bentuk tanggung jawab saya memberikan bantuan biaya BBM kepada mobil yang harus memutar,” ujar Muis di lokasi blokade jalan, Minggu (7/6/2026).

Muis menjelaskan, keputusan penutupan total jalan dilakukan secara spontan dipicu pesan WhatsApp Kadis PUPR dengan tawaran sesudah terjadi kesepakatan antara massa aksi dan pemerintah pasca kesepakatan buka-tutup jalan yang sebelumnya telah dicapai.

Ia mengaku tidak mampu lagi meredam emosi warga yang merasa kecewa sehingga keputusan penutupan total jalan tidak dapat dihindari.

“Saya tidak bisa melakukan mediasi karena masyarakat sudah terlanjur emosi, sehingga terjadi penutupan permanen seperti ini,” katanya.

Penutupan total tersebut merupakan perubahan dari kesepakatan sebelumnya yang memberlakukan sistem buka-tutup jalan pada jam-jam tertentu sebagai hasil mediasi antara massa aksi dengan pemerintah daerah dan pihak kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih bertahan di lokasi blokade. Sejumlah massa terlihat berjaga di titik penutupan jalan sambil menunggu perkembangan terkait tuntutan mereka agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera memberikan kepastian mengenai perbaikan ruas jalan yang rusak di Desa Pongkowulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *