BUTUR  

Nelayan di Buton Utara Diserang Buaya Saat Panah Ikan, Luka di Kepala dan Bahu

BURANGA, Matabuton.com-Seorang nelayan bernama Andri (26) diserang buaya saat memanah ikan di perairan Laogo, Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara. Korban mengalami luka gigitan di bagian kepala, bahu, dan ketiak sebelah kiri.

Kasat Resnarkoba Polres Buton Utara AKP La Abudi selaku piket Pawas membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

“Iya, benar ada masyarakat yang diserang buaya di perairan Laogo, Kelurahan Wandaka,” kata La Abudi.

La Abudi menjelaskan, korban awalnya pergi memanah ikan bersama dua rekannya, La Dai dan La Belang. Mereka berangkat dari Pelabuhan Wandaka sekitar pukul 19.30 Wita dan tiba di perairan Laogo sekitar pukul 20.00 Wita.

Sekitar satu jam memanah ikan, korban melihat seekor buaya berukuran sekitar tiga meter berenang ke arahnya dari arah selatan.

“Korban kemudian berusaha berenang menjauh. Namun buaya tersebut tiba-tiba muncul dari arah bawah dan menggigit korban di bagian ketiak sebelah kiri,” ujarnya.

Korban berusaha melepaskan diri hingga akhirnya berhasil lolos dari gigitan pertama. Namun, buaya tersebut kembali mengejar korban ketika hendak menuju daratan.

Buaya kembali menyerang dan menggigit bagian kepala serta bahu sebelah kiri korban. Dalam kondisi tersebut, korban berusaha melawan dengan meraba bagian mata buaya dan memencetnya hingga akhirnya gigitan dilepaskan.

“Korban kemudian berhasil melepaskan diri dan bergegas ke darat sambil meminta pertolongan kepada kedua temannya,” jelasnya.

Korban selanjutnya dibawa oleh kedua rekannya ke RSUD Kabupaten Buton Utara untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kiri, bahu dan ketiak kiri. Korban juga mengalami lebam di sekitar ketiak serta mengeluhkan sesak napas.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Buton Utara,” katanya.

La Abudi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di perairan yang diketahui menjadi habitat buaya.

“Untuk masyarakat yang beraktivitas di perairan, khususnya pada malam hari, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi sekitar. Jangan mengambil risiko beraktivitas di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *