BURANGA, Matabuton.com-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara, Nurtin, memastikan proses pengembalian kepala sekolah yang sebelumnya diberhentikan telah selesai dilaksanakan sejak terbitnya rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Surat Keputusan (SK) Bupati Buton Utara tentang pembatalan pengangkatan, mutasi, dan pemberhentian kepala sekolah.
Nurtin mengatakan seluruh kepala sekolah yang terdampak telah dikembalikan ke sekolah masing-masing, termasuk data mereka di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kita kan sudah ready semua. Selesaimi, pengembalian selesaimi,” ujar Nurtin saat diwawancarai wartawan usai mengikuti upacara HUT Buton Utara ke-19 di Islamic Center, Kamis (2/7/2026).
Menurut Nurtin, sejak keluarnya rekomendasi BKN dan SK Bupati, seluruh data kepala sekolah yang sempat diberhentikan telah dipulihkan di sistem.
Namun, ia mengaku masih terdapat kendala pada proses administrasi kepegawaian di sistem MyASN yang menjadi kewenangan BKPSDM.
“Semua kepala sekolah lama itu harus dikembalikan di sistem. Hanya periodenya sudah habis, sehingga kalaupun kami pakai kembali, berarti kami usulkan lagi. Tapi itu juga lewat Sulimin. Tapi kita ini kesulitan kasian,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Sulimin, menegaskan data kepegawaian para kepala sekolah telah dikembalikan dan telah berstatus valid di sistem akun ASN masing-masing. Sulimin juga menunjukkan bukti validasi data tersebut kepada wartawan.
“Kalau data kepegawaian itu sejak terbitnya SK semua sudah kembali,” tegas Sulimin.
Ia menjelaskan, saat proses pengembalian dilakukan, yang belum sepenuhnya selesai justru data pada sistem Dapodik.
“Hanya waktu itu data dapodik belum kembali seluruhnya. Sementara usulannya ini, karena melibatkan dua server harus padam dua-duanya datanya kami,” ujarnya.
Meski demikian, hasil penelusuran media ini melalui laman Info GTK masih menunjukkan sejumlah kepala sekolah yang dikembalikan tercatat berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.
Untuk mengonfirmasi perbedaan data tersebut, media ini telah menghubungi operator Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara, Hanurul, melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, telepon permintaan konfirmasi dari wartawan ini belum mendapat respons.













































































