Klarifikasi Massa Aksi: Jalan Provinsi di Pongkowulu Belum Dibeton, Informasi yang Beredar Hoaks 

Oplus_131072

BURANGA, Matabuton.com – Informasi yang beredar di media sosial mengenai jalan Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, telah dibeton oleh massa aksi dipastikan tidak benar.

Jenderal Lapangan massa aksi, Muhammad Arzal Muis, menegaskan kabar yang beredar tersebut merupakan hoaks dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, hingga saat ini massa aksi belum melakukan pengecoran atau pembetonan jalan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di sejumlah akun media sosial.

“Berita hoaks itu yang beredar di media sosial Facebook. Itu perbuatan akun anonim,” tegas Arzal, Selasa (9/6/2026).

Arzal menjelaskan, saat ini masyarakat hanya mengumpulkan material berupa batu dan pasir sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila tidak ada hasil yang memuaskan dari pertemuan antara perwakilan massa aksi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan langkah lebih lanjut akan ditentukan setelah masyarakat menerima hasil pertemuan tersebut. Karena itu, informasi yang menyebut jalan provinsi telah dibeton dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Massa aksi masih menunggu keputusan hasil pertemuan kami dengan Pemerintah Provinsi Sultra,” katanya.

Saat ini, kata Arzal, perwakilan massa aksi sedang dalam perjalanan menuju Kendari untuk menghadiri pertemuan dengan pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait tuntutan perbaikan ruas jalan Provinsi Sultra di Desa Pongkowulu.

Sementara itu, warga yang masih bertahan di lokasi blokade berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kepastian mengenai penanganan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, jalan Provinsi Sultra di Desa Pongkowulu masih berada dalam pengawasan massa aksi. Namun tidak ditemukan adanya aktivitas pembetonan jalan sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *