BUTUR  

Buka Sosialisasi Pengembangan Tanaman Buah Durian, Wabup Butur Minta Para Kades Agar Dana Pemberdayaan di Desa Betul-Betul Digunakan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Bupati Buton Utara, Kompol. Purnawirawan Ahali SH. MH saat membuka kegiatan sosialisasi pengembangan tanaman buah durian untuk tahun anggaran 2023/2014 di Aulah Bapeda.

BURANGA,Matabuton.com-Untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara dalam penguatan ekonomi masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Butur melakukan sosialisasi pengembangan tanaman buah durian untuk tahun anggaran 2023/2024 di Aulah Bapeda, Kamis, (27/07/2023).

Kegiatan sosialisasi pengembangan tanaman buah durian tersebut dihadiri para kepala Desa se-kabupaten Buton Utara.

Wakil Bupati Buton Utara, Ahali saat membuka acara tersebut menyampaikan kepada seluruh kepala Desa untuk membantu mewujudkan visi misi Bupati dan wakil Bupati dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui mengembangkan sektor unggulan, sala satunya yaitu dengan tanaman durian.

“Disampaikan kepada seluruh Kepala Desa melalui wakil Bupati bahwa untuk menyikapi visi misi Bupati wakil Bupati Buton Utara dilaksanakan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor unggulan, dalam hal ini tanaman durian”, katanya.

Sehingga pada saat ini kata mantan Kasat Reskrim Polres Wakatobi itu, melalui dinas pemberdayaan masyarakat desa mengumpulkan seluruhan kepala Desa untuk membahas tanaman durian tersebut.

Mantan Kapolsek Kulisusu ini juga menambahkan, sehingga empat tahun kedepanya Buton Utara akan menjadi kota durian.

“Dan diprogramkan setiap kepala Desa untuk menanam seribu pohon durian. Sehingga tiga tahun empat tahun kemudian Buton Utara menjadi kota durian dan akribisnis durian”, tambahnya.

Ahali mengungkapkan, di Buton Utara saat ini lahan pertaniannya masih luas lahan kosongnya. Lebih lanjut Ahali meminta kepada para kepala Desa agar dana pemberdayaan di Desa betul-betul dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di Desa.

“Karena di Buton Utara ini untuk lahan pertanian yang kosong cukup luas. Dan dana pemberdayaan di Desa Supaya betul-betul digunakan. Dan dibagi secara merata kepada masyarakat”, ucapnya.

Wakil bupati juga menegaskan, program pengembangan tanaman durian tersebut akan dilakukan evaluasi dan pengawasan secara ketat pada tahun 2024.

Laporan : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *