JAKARTA, Matabuton.com-Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada personel Polri yang turut memperkuat Tim Soft Tennis Indonesia hingga meraih medali perunggu pada Asian Games ke-20 di Nagoya, Jepang.
Medali tersebut diraih Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia setelah melewati fase grup, perempat final, hingga semifinal yang berlangsung di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Minggu (20/9/2026).
Capaian itu menjadi medali ketiga bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Nagoya 2026.
“Selamat atas raihan medali yang sangat berharga ini. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan juga kebanggaan bagi Polri. Para personel Polri yang memperkuat tim telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan dedikasi dalam membawa nama Merah Putih di panggung Asia,” ujar Dedi dari Jakarta, Minggu (20/9).
Menurut Dedi, prestasi tersebut menunjukkan kontribusi personel Polri kepada bangsa tidak hanya melalui tugas kepolisian, tetapi juga lewat bidang olahraga.
Indonesia Lolos sebagai Runner-up Grup
Indonesia tergabung di Grup B bersama Nepal dan Korea Selatan.
Pada laga perdana, Jumat (18/9), Tim Beregu Putra Indonesia menang telak 3-0 atas Nepal. Ganda putra Tio Juliando Hutauruk/Fernando Sanger membuka kemenangan setelah mengalahkan pasangan Nepal dengan skor 5-0.
Poin kedua disumbangkan Bagus Angga Boedy Pradewa yang menang 4-0 pada nomor tunggal putra.
Pada pertandingan berikutnya, Indonesia menghadapi Korea Selatan. Indonesia kalah tipis 1-2. Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger dengan skor 3-2.
Hasil tersebut membawa Indonesia melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup B.
Di babak perempat final, Indonesia menghadapi India dan menang 2-0. Tio Hutauruk/Fernando Sanger kembali menyumbangkan kemenangan setelah mengalahkan pasangan India dengan skor 5-2.
Kemenangan Indonesia kemudian dikunci Bagus Angga Boedy Pradewa pada nomor tunggal putra.
Kalah dari Jepang di Semifinal
Perjuangan Indonesia berlanjut ke semifinal, Minggu (20/9). Menghadapi tuan rumah Jepang, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Hasil tersebut memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu dari nomor beregu putra.
Ketua Umum PP PESTI Irjen Pol Dr Awal Chairuddin turut mendampingi langsung perjuangan kontingen Soft Tennis Indonesia selama berlaga di Nagoya.
“Perjalanan tim sangat luar biasa. Saya mendampingi langsung perjuangan para atlet dari awal pertandingan hingga semifinal. Mereka menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kekompakan yang luar biasa,” kata Awal.
“Medali ini merupakan hasil kerja keras seluruh atlet, pelatih, official, serta dukungan berbagai pihak,” sambungnya.
Apresiasi Dukungan Polri
Awal juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) yang mendukung kontingen Soft Tennis Indonesia sejak masa persiapan hingga bertanding di Asian Games Nagoya 2026.
“Terima kasih atas dukungan penuh Polri melalui Komite Olahraga Polri. Dukungan ini menjadi kekuatan dan motivasi bagi para atlet dalam menjalani persiapan hingga bertanding di Asian Games,” ujarnya.
“Raihan medali ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat juang seluruh atlet serta tim pelatih,” tambah Awal.
Komite Olahraga Polri menjadi bagian dari pembinaan dan pengembangan potensi personel di bidang olahraga, termasuk mendukung personel yang berprestasi dan memperkuat kontingen Indonesia pada kompetisi nasional maupun internasional.
Wakapolri kembali mengapresiasi kontribusi personel Polri yang menjadi bagian dari perjuangan Tim Soft Tennis Indonesia di Nagoya.
“Ketika personel Polri tampil membawa nama Indonesia, mereka juga membawa semangat pengabdian dan kebanggaan institusi. Polri akan terus memberikan dukungan kepada personel yang berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa melalui olahraga,” tegas Dedi.
Perjuangan Berlanjut di Nomor Perorangan
Setelah nomor beregu selesai, perjuangan Tim Soft Tennis Indonesia masih berlanjut. Para atlet akan bertanding pada nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.
Dedi meminta para atlet menjadikan medali beregu sebagai modal menghadapi pertandingan berikutnya.
“Perjuangan belum selesai. Jadikan pencapaian beregu ini sebagai modal kepercayaan diri yang besar. Fokus, berjuang tanpa lelah, dan dulang terus emas sebanyak-banyaknya di nomor perorangan di Nagoya tahun ini demi kehormatan bendera Merah Putih,” kata Dedi.
Kontingen Soft Tennis Indonesia diperkuat lima atlet putra, yakni Tio Juliando Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Muhammad Reza Falevi, dan Rizky Zammy Febrian Laluyan.
Sementara sektor putri diperkuat Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah.
Dengan raihan medali perunggu dari nomor beregu putra, Tim Soft Tennis Indonesia kini bersiap melanjutkan perjuangan di nomor perorangan pada Asian Games Nagoya 2026.





















































































